Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mendukung semua upaya
penyelesaian defisit BPJS Kesehatan. Namun yang terpenting menurut
Menteri Kesehatan Nila Moeloek adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
selalu berupaya masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang
baik.
''Kesehatan sangat kompleks, terkait
perilaku masyarakat, terkait budaya, kita harus memperbaikinya dengan
sistem. Bagaimana sistem ini kita buat agar bisa mengoptimalkan apa yang
harus diperbuat agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan atau
sadar akan kesehatan,'' kata Menkes Nila pada rapat kerja terkait
penanggulangan defisit BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (11/12).
Untuk
menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, Kemenkes
mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Bidang Kesehatan
tahun 2018 sehingga pemerintah daerah dapat membangun Puskesmas di
daerah tertinggal dan perbatasan.
''Tahun lalu
(2017) telah dibangun 110 Puskesmas perbatasan di 48 kabupaten/kota.
Tahun ini telah dibangun 256 Puskesmas di 49 kabupaten/kota. Tahun depan
rencananya akan dibangun 50 Puskesmas,'' kata Menkes Nila.
Selain
itu, sejak 2016-2018 sebanyak 1.799 Puskesmas Keliling (Pusling) roda
empat, 15.888 roda dua, 224 PUsling Air, 920 ambulans, dan 2.964 sarana
prasarana Puskesmas seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL),
genset, dan sarana air bersih.
Sedangkan
akreditasi Puskesmas secara kumulatif dari tahun 2015 hingga 2018
sebanyak 4.769 Puskesmas dari total 9.825 Puskesmas telah terakreditasi.
Sementara akreditasi rumah sakit telah mencapai 1.606 rumah sakit dari
total 2.776 rumah sakit yang ada.
''Kemenkes
juga telah membangun RS vertikal di Indonesia di wilayah timur yaitu
Ambon, Kupang, dan Wamena serta pembangunan RS pratama yang tersebar di
seluruh Indonesia,'' kata Menkes Nila.
Selain
pembangunan fisik, Kemenkes juga mendekatkan akses pelayanan kesehatan
dengan progran Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesialis
(WKDS), Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), dan
Gerakan Msayarakat Hidup Sehat (Germas).
Menkes berharap meskipun BPJS Kesehatan mengalami defisit, hak masyarakat mendapatkan layanan kesehatan harus sama.
''Mudah-mudahan
defisit BPJS Kesehatan ini dapat kita temukan solusi bersama dan
bekerjasama yang baik, dan insya Allah kita bisa mendapatkan jalan
keluarnya,'' kata Menkes Nila.
Sumber : depkes.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar